News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.

Ilmu Hikmah

Baca Lainnya »

Padepokan

Baca Lainnya »

Info Santri

Baca Lainnya »
Tampilkan postingan dengan label Padepokan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padepokan. Tampilkan semua postingan

Testimoni Perjalanan Rohani Haji Galih Gumelar Bagian 5

Waktu terus berjalan dan berlalu, semakin banyak hal yang diluar nalar manusia saya rasakan, bahkan pernah di depan kantor radio yang saya miliki, ketika membuka keluar dari mobil, ada suara besar seperti gledek tepat di atas kepala saya, setelah saya amati tidak ada apa-apa dan ternyata suara itu bukan saya saja yang mendengar, tapi ada karwayan saya 5 meter dari tempat kejadian mendengar, dan penyiar serta operator radio yang siaran pun berhamburan keluar studio mencari tau, padahal studio tersebut kedap suara.

Pengobatan pun terus berjalan, namun anehnya juga lama-lama yang datang bukan saja ingin di obati jasmani, namun ternyata penyakit hati, rohani dan yang ingin berkonsultasi mengenai agama dan kehidupan pun berdatangan.

Bahkan yang tak terduga menjelang umur 30 tahun pada tahun 2010, banyak orang datang ingin belajar kepada saya, padahal saya sudah sering bilang kalau tidak bisa apa-apa, akhirnya banyak juga yang belajar ilmu hikmah.

Namun Allah memang maha mengetahui dan mengatur segalanya, dengan banyak orang belajar ilmu hikmah, saya jadi tau apa saja manfaat amalan/doa yang dulu remaja pernah saya jalani, karena sejak dahulu saya sering puasa dan mengamalkan doa atau amalan, saya tidak pernah tes dan tidak mau mengetesnya. Bahkan pernah saya coba mau pamer tidak bisa, namun pas terdesak bisa kan aneh, akhirnya berkat kejadian tes-mengetes tidak berhasil itu, saya memandang diri saya tidak bisa apa-apa hanya dengan izin Allahlah jika saya mohon sesuatu maka terjadi atau terdesak. Di sinilah saya ingat guru saya sang Khai ternama di Banten, "Bahwa Ilmu Allah tidak akan bisa di tes sembarangan atau dibuat pamer, tapi jika terdesak atau dibutuhkan ia ada".

Dari pengalaman rekan-rekan yang menjadi santri untuk belajar dan mengamalkan amalan yang saya dapatkan ketika saya belajar dahulu, ternyata subhanallah semakin besar rasa bersyukur saya kepada Allah, dan semoga rasa bersyukur ini Allah izinkan agar tetap melekat di diri saya. Dari para santri yang belajar itu, mereka semua cerita banyak manfaat dari puasa tersebut. 

Dari kejadian dan share pengalaman ini, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk hidup kita semuanya, menjadikan kita selalu di jalan-Nya, menjadikan kita benar-benar bisa mendapatkan pertolongan-Nya.Amin.

Tanpa maksud menggurui, pamer, riya /takabur, semoga share pengalaman rohani ini bisa bermanfaat untuk rekan semua yang membacanya, jika terlihat tulisan ini agak anek, nyeleneh bahkan kehidupan saya agak aneh dan nyeleneh juga, mohon doakan saya yang fakir ini agar selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah dan dapat terus memperbaiki diri guna selamat bahagia dunia akhirat berkat Rahmat Allah SWT. Amin.
(Redaksi : SRH/Padepokan aura insani)

Testimoni Perjalanan Rohani Haji Galih Gumelar Bagian 4

Kembali kepada perjalanan rohani yang saya alami, yang ingin saya share dengan maksud sebagai bahan pelajaran dan bukan sebagai bahan riya atau takabur dan sebagainya, Insya Allah amin.

Sejak kelas 3 SMU, perjalanan kerohanian saya mulai berkurang, saya lebih sibuk urusan sekolah, kuliah bahkan urusan percintaan (pacaran/mencari jodoh/ red : masa muda dalam kategori wajar/ psikologis), hingga saya dicap play boy karena banyak wanita disekitar saya yang senang dengan saya, bahkan bukan wanitanya saja namun keluarga dan orang tuanya menaruh kepercayaan besar kepada saya, hingga berapa kali saya ditawarkan menikah dengan anaknya. Di sini juga saya masih bisa di rem oleh bekal saya kecil menganai belajar ilmu agama di madrasah dan  pesantren serta banyak puasa, walaupun banyak wanita di sekitar saya namun saya tetap punya rem yang membuat saya tetap bergaul atau berteman atau pacaran dalam batas yang normal (Alhamdulillah).

Itulah kelalaian saya di mulai dengan kesibukan saya sebagai pelajar dan mahasiswa untuk meraih gelar harapan probadi dan keluarga untuk masa depan di dunia,  bahkan ketika usia 20 tahun ketika bangku kuliah saya pun mulai disibukan urusan dunia dengan duduk sebagai pimpinan perusahaan broadcasting, konsultan dan Travel, hingga tiba teguran Allah pada saya usia 25 tahun.

Segala usaha saya mulai redup, hutang di mana-mana akibat terlalu berani spekulasi, berani membuka cabang di kota lain, hutang kepada bank untuk operasional perusahaan, berani memiliki karyawan dalam jumlah besar dan lebih memntingkan gaya dari pada keuntungan, serta mulai dalam kehidupan yang boros dan konsumtif.

Alhamdulillahnya ketika itu saya masih bujang sehingga tidak berdampak kepada keluraga. Para pasukan penagih hutang berdatangan, mulai colector kartu kredit, KTA (Kredit Tanpa Anggunan) hingga colector satu mobil penuh preman semua sudah mendatangi rumah saya, yang kebetulan masih rumah orang tua.

Hal ini terjadi kita tahun 2005 dan tahun 2006. Walaupun keberadaan orang tua saya adalah termasuk orang yang sangat punya dan berada, namun didikan orang tua saya yang tidak memanjakan anaknya, walau saya memiliki banyak hutang hingga puluhan juta, yang saat itu hingga               berkisar 200 jutaan, kedua orang tua saya hanya kaget, tersenyum dan menyuruh saya untuk bertanggung jawab, padahal jika mau memanjakan saya uang sebesar itu dengan mudah orang tua saya lunasi.

Dalam waktu singkat saya menjadi seorang pengecut, penakut dan penyakitan, takut jika ada suara motor berhenti depan gerbang, suara mobil berhenti depan gerbang, atau ada yang mengetuk pintu, saya menajadi penyakitan dengan rasa sakit berupa takut dan was-was yang berlebihan. Semua karayawan saya, saya ajarkan bohong jika ada yang datang menagih ke kantor. Sehingga wibawa saya pun turun dan bahnyak karyawan menggunjingkan saya. Emosi tak terbendung, bawaannya pingin marah saja jika karyawan salah sedikit. Subhanallah..., kini saya ingin sekali bertemu para bekas karyawan saya untuk meminta maaf jika dulu saya pernah salah.

Keteguhan ayah saya mengerem ibunda tercinta untuk membiarkan saya masuk kedalam lobang hutang yang besar, didepan saya mereka tidak mau membantu saya melunasi hutang tersebut, walau saya tau mereka tidak setega itu, karena menurut ayah saya..., biarkan, biarkan ia dewasa dengan permasalahannya. Namun Subhanallah, di sini saya belajar banyak mengenai hati seorang ibu, yang sangat sayang kepada anaknya, dan belajar betapa muajarabnya doa seorang ibu.

Suatu ketika sebelum bulan puasa tiba, dalam keadaan hutang ratusan juta, akibat pailit usaha dan berwiraswasta. Di tengah serbuan Debt collector, satu mobil kijang preman datang menyantroni rumah yang saya tinggali, kebetulan saya sedang berada di rumah teman wanita yang kini menjadi isteri saya.

Mereka berasal dari salah satu bank internasional pemilik kartu kredit ternama. Ibunda tercinta menelepon saya dengan gugup meminta agar saya tidak pulang, mau tidak mau saya menginap di rumah teman wanita saya dengan izin orang tuanya yang kini menjadi mertua saya.

Pengalaman ini pengalaman yang mungkin tidak pernah bisa saya lupa seumur hidup, di mana saat itu saya benar kalap dan kacau, air mata menangis tak henti, padahal ada di rumah orang lain( waktu itu) hari semakin malam jam 10 malam kabar melalui telp dari ibunda tercinta  para colector masih ada di depan gerbang rumah menunggui saya. Saya semakin terpukul, padahal hutang ke bank tersebut hanya 10 juta rupiah ditambah denda menjadi 12 juta rupiah, namun apa daya..uang direkening kosong, saya hanya memengang uang 5 ribu rupiah saja, mana cukup membayar hutang sebesar itu.

Dalam keadaan mata berkaca, ada hasrat dalam diri untuk mengambil tasbih di mobil, saya ingat pesan para Khai dan Ustadz jika ada masalah maka serahkan semua pada Allah..., saya pun serperti orang kehausan, saya berzikir dengan berlinangan air mata, malam semakin malam dan larut, saya menginap di rumah teman wanita saya pas di beri tempat tidur di sofa ruang tamu. Yang waktu itu banyak sekali nyamuk, bibir terus berdzikir, hati menangis sambil berdzikir ingat Allah, mata menangis, pikiran ingat Allah. Dan rasa khawatir serta kasih sayang seorang ibu pun terasa di saat itu, bunyi handphone terus saja berbunyi setiap 2 jam, di mana ibunda tercinta menanyai kabar saya sambil terdengar ada suara galau seperti sdih menangis, dan bilang "bahwa ibu mendoakan kamu agar sehat dan selamat, semoga kamu pun belajar dari pengalaman ini" kalimat yang sangat menyentuh dan semakin membuat saya menangis. 

Namun pada sepertiga malam kurang lebih jam 2 pagi, dalam keadaan yang tidak bisa tidur hari saya menjadi dingin, adem, hening dan lapang, sebuah perasaan yang sudah lama tak pernah saya rasakan lagi selain waktu dulu belajar ilmu hikmah. Hati dan perasaan menjadi ikhlas, dan tiba-tiba dalam pikiran ada kalimat terucap dan terlontar "jadilah orang yang bermanfaat", lalu "jadilah orang yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan umat", sambil berzikir saya bertanya, dan hati semakin hening dan tentram, di saat hening dan tentram itu pun ada bayangan tergambar orang sedang mengobati, orang mengobati dan kalimat mengobati, lalu tanda tanya besar saat itu apa saya bisa, saya hanya manusia biasa, pagi semakin sepi dan terus saja bayanagn pengobatan muncul serta ada sesuatu hal misteri yang sulit untuk saya ceritkan, yaitu berupa dorongan besar agar besok pagi saya pulang, dan mencoba membuka tempat pengobatan. Saya tidak berpikir panjang, tak menghiraukan dorongan itu saya terus larut dalam keheningan di bawah dzikir yang saya rasa begitu nikmat.

Dan Subhanallah, pagi harinya di tengah kabar  bahwa collector masih menunggu saya dan baru pulang atau bubar jam 8 pagi, ibunda tercinta mengabari bahwa ayah saya akan membantu saya dengan melunasi hutang yang 12 juta itu hari ini juga.

Subhanallah, jika saja ayah saya membayarkan hutang saya sebelum malam itu, maka saya tidak akan menangis, saya tidak akan terenyuh, tidak akan sadar, tidak akan mendapatkan petunjuk, tidak akan merasakan Allah itu mendengar doa saya, Allah itu mendengar setiap doa hamba-Nya yang berdoa dengan pasrah dan ikhlas, saya tidak akan merasakan doa ibunda tercinta yang begitu musatajab, dibalik kasih sayangnya yang tiada taranya. 

Malam itu tangan Allah bergerak, bergerak meluruhkan hati saya agar sadar dan menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri, kelurga dan orang lain, tangan Allah mengerakkan hati ibunda tercinta yang tanpa saya sadar ternyata belaiu pun tidak tertidur dan melakukan shalat malam untuk mendoakan saya. Tangan Allah menggerakan hati ayah saya agar hari itu menjadi hari yang pas untuk membantu anaknya.

Saya bersyukur dan sangat bersyukur dari kejadian malam itu, siang harinya hutang satu bank tersebut lunas, ketika pulang kerumah dan mampir ketempat kerja, bayangan kejadian semalam tidak terlupakan, bahkan hasrat untuk mencoba mengobati orang semakin kuat.

Tanpa pikir panjang saya mencoba memanggil dua karyawan saya, dan menanyakan apakah selama ini punya keluhan pada badan, ternya subhanallah mereka punya, lalu saya coba terapi dan setelah diterapi mereka berdua terasa enak, hingga esoknya mereka terlihat senang bahwa keluhannya hilang dan mereka cerita kepada orang tuanya yang sakit , bahwa mereka di terapi oleh saya dan rasa sakit dibadannya hilang, sehingga datanglah 2 hari kemudian orang tua karyawan saya. Dan anehnya subhanallah sembuh dengan izin Allah SWT.

Akhirmnya mulut ke mulut bersambung, 1 - 2 ornag berdatangan, dan akhirnya ramai hingga saat ini. Dan anehnya setelah malam itu, perasaan haus saya mengenai ilmu agama sangat dahsyat, saya menajai rajin mengikuti pengajian, rajin mendengarkan ceramah, seneng dengar orang mengaji, beli kaset/cd mengaji, membeli kitab-kitab dan buku islami, sekaan haus yang sangat dahaga.

Tidak lama dari kejadian malam itu, kurang lebih satu dua bulan dari malam kejadian dan pada saat bulan puasa ramadhan pun tiba,selama itu banyak  petunjuk entah dari mana saja, apakah  ketika sedang sholat atau dzikir , atau orang berbicara, tiba-tiba ada ceramah agama, lansung kena di hati agar saya melakukan hal baik, misalnya menyedekahkan semua baju saya yang ada di lemari untuk orang lain, hingga saya hanya punya beberapa baju saja untuk dipakai, dan banyak bentuk saya yang membawa saya untuk melakukan kebajikan. Subhanallah sungguh pengalaman yang luar biasa.

Shalat yang tadinya hanya Shalat lima waktu, beranjak kepada dhuha dan tahajud, dan dalam kurun 1-2 bulan tersebut banyak bank yang saya hutangi menawarkan berbagai keringan pembayaran, mulai dari discount pelunasan 10 persen bahkan hingga ada yang 40-50%. Subhanalllah..maha besar Allah dengan segala kemurahan-Nya.

Selain itu banyak hal tak terduga lainnya dari pertolongan Allah, 2 minggu menjelang lebaran, seluruh hutang saya lunas. Allahu'akbar.

Dalam waktu sesingkat itu, dari hanya memegang uang liam ribu rupiah saja dikantong dalam waktu 1-2 bulan hutang ratusan juta lunas. Di sini menambah daftar kejadian yang saya alami yang membuktikan bahwa Allah itu ada dan bahwa pertolongan Allah itu ada, dan jika tangan Allah sudah bergerak membantu, maka tidak ada yang mustahil.

Rasa haus ingin banyak belajar membuat saya banyak belajar dengan benyak membaca dari kitab-kitab mengenai semua ilmu islam, mulai ilmu sedekah, ilmu doa dan dzikir, ilmu tafsir, mngehafal terjemahaan Qur'an, hadist dan sebagainya. Dan aneh Subhanallahnya...otak atau kepala ini seperti encer menerima itu semua, seperti lapang dan luas menerima semuanya.

Radio swasta yang saya miliki mulai saya rubah formatnya, menjadi format dakwah, dan banyak mengundang rekan ustadz untuk ceramah di radio saya tersebut. Tentunya kedatangan para ustadz tersebut saya manfataan untuk saling share ilmu agama. 

Saya pun haus dalam belajar ilmu pengobatan hingga akhirnya saya belajar berbagai ilmu pengobatan.

Dan yang luar biasapun banyak terjadi, perekonimian pribadi membaik 1 tahun dari kejaidan itu saya melamar wanita idaman saya yang rumahnya pun pernah menjadi tempat saya mendapatkan pengalaman spritual yang luar biasa. 

Yang datang berobat pun semakin banyak dari hari kehari, dan saya tidak pernah meminta/mematok imblan dari setiap pasien yang datang berobat, saya ikhlas hingga Allah pun ternyata Ikhlas memberikan rezekinya lewat cara dan jalan lainnya. Usaha saya merangkak maju, bisa membeli peralatan baru, bahkan saya pribadi bisa memliki banyak tanah, rumah dan kendaran dalam waktu singkat. (Bersambung....)

Baca Kisah Sebelumnya bagian 3 di sini

Baca kisah selanjutnya bagian 5 di sini

(Redaksi : SRH/Padepokan aura insani)





Testimoni Perjalanan Rohani Haji Galih Gumelar Bagian 3

Tak beralapa lama kemudian karena rasa penasaran anak remaja yang begitu tinggi, akhirnya saya benyak mendatangi pesantren, bertemu ustadz dan Khai, walau umur saya masih 13 dan 14 tahun, banyak Ustadz dan Khai memberikan saya amalan puasa, dan Alhamdulillah saya jalani dan Alhamdulillah juga saya kuat. 

Dalam masa usia yang begitu muda, kegiatan saya lebih sering di habiskan untuk beribadah, belajar mengaji dan belajar kebathinan, mulai dari liburan sabtu minggu atau liburan sekolah saya selalu mondok dipesantrean untuk belajar mengaji dan belajar hidup sebagai santri walau harus pergi pulang.

Namun karena perlakuan istimewa beberapa Khai di pesntren yang membuat iri beberapa santri karena lama nyantri namun belum pernah diturunkan kepandaiannya kepada mereka, dan saya yang hanya pulang pergi lansgung diturunkan, akhirnya saya mengalah untuk lebih jarang datang dengan menambah jumlah Khai atau guru  yang saya datangi.

Pengalaman demi pengalaman spiritual mulai didapati, namun anehnya, setiap Khai atau guru yang memberikan amalan puasa tidak pernah mau memberi tahu untuk apa amalan tersebut dan mengetesnya, menurut mereka jalani saja , Insya Allah nanti tau sendiri.

Karena adanya pantangan selama menjalani belajar kebathinan, seperti jangan meminum alkohol, berjudi, zina, dan sebagainya. Alhamdulillah seumur hidup hingga saat ini saya tidak pernah kenal dengan ganja, obat-obatan dan alkohol, bahkan pernah, namanya anak muda ketika mencoba pacaran, saya memegang tangan wanita yang bukan muhrim, tangan saya terasa panas, kesemutan dan seperti menolak.

Perjalan puasa tersebut saya jalani dari umur 13 tahun ketika saya kelah 2 SMP hingga saya berumur 17 tahun ketika saya duduk di kelas 2 mau ke kelas 3 SMU.

Banyak kejadian aneh selama saya umur tersebut, pernah di tengah jalan saya di tarik orang tak dikenal, di berinya saya doa agar di amalkan berikut kegunaannya, namun setelah di beri doa orang itu pun entah kemana jalan dan hilang, hilangnya bukan karena misteri namun hilang begitu saja di keramaian, yang anehnya ketika diajarkan doa yang saya ingat dari ayat Al-qur'an itu bisa saya hafal ketika orang itu ada dan ketika orang itu pergi saya lupa dan hanya ingat beberapa bacaan saja.

Kejadian kedua, di angkutan umum ketika hendak pergi sekolah, ada bapak-bapak seumur 40 tahunan, senyum sopan dan mencium tangan saya, lalu turun dari angkot, dan saya heran serta bingung, kenapa dia yang cium tangan padahal saya pakai seragam SMP.

Kejadian ketiga, yang tak terlupakan, sama halnya kejadian kedua, ketika pulang sekolah ada dua bapak-bapak sama seumuran 40 tahunan , begitu sopan, menyapa dan berbicara kepada rekannya bahwa nanti besar anak ini akan banyak di datangi orang. Saya hanya tersenyum dan tertawa kecil mendengarnya. percaya dan tak percaya, hingga kedua bapak-bapak itu turun pun mereka masih menyapa untuk pamit. Jelas saya bingung dan tidak dipikirkan, namun ingat sekali kejadian itu hingga saat ini.

Yang namanya anak remaja, ketika itu saya tidak bisa memilih mana yang hitam mana yang putih, mana ilmu Allah mana Ilmu setan, namun memang sudah kehendak Allah apa yang saya dapatkan selama itu adalah murni doa-doa yang ada di Al-Qura'an dan Hadist, karena jika ada masuk satu amalan hitam maka tubuh pasti akan menolak.

Ketika belajar dahulu sang Khai tidak pernah bilang apa-apa hanya pernah menyinggung masalah khodam, bahwasanya dari setiap amalan akan ada khodamnya, saya yang nota bene masih muda tidak menegrti apa itu khodam yang saya temui hanya mimpi dan hal aneh yang menurut saya dalam batas normal namun bersifat baik dan menambah keyakinan saya akan ajaran Islam dan semakin yakin akan kebesaran Allah SWT.

Waktu terus berjalan, sayangnya dengan adanya pergaulan, ketika SMU saya kenal dengan banyak wanita dan anehnya setiap orang tua wanita percaya kepada saya walaupun tadinya tidak boleh ada anak laki-laki datang kerumah teman wanita saya itu untuk pacaran atau sekedar berkunjung.

Kegiatan sekolah semakin banyak dan semakin berkurang juga kapasitas saya belajar agama dan puasa, hingga saya mulai melupakan belajar agama, namun kebiasaan sholat lima waktu tidak bisa di tinggalkan, karena banyaknya amalan yang harus saya baca setelah selesai shalat bahkan ada yang hingga 1 - 2 jam saya harus dzikiran setelah selesai shalat fardu.

Hal ini terjadi ketika saya mulai duduk di kelas 3 SMU, bahkan mulai banyak amalan doa dan dzikir yang tidak saya baca lagi. Tapi anehnya walaupun saya sudah banyak mengurangi dzikiran dan membaca doa yang selama ini saya amalakan, saya tidak bisa meninggalkan shalat 5 waktu, karena walaupun sering terlambat shalat fardu, ketika saya kehilangan atau lupa shalat fardhu atau lalai meninggalkan badan saya akan terasa panas, kesemutan dan hati gelisah.

Saat ini saya baru sadar bahwa ada perbedaan khadam di antara khadam ciptaan Allah SWT, ada yang bersifat dari Jin dan ada yang bersifat memang khadam  ciptaan Allah yang berasal dari karomah/hikmah/rahmat dari Allah. Di sini saya bisa menjelaskan kepada khalayak umum, bahwa tidak semua khodam amalan itu buruk, tidak semua khodam amalan itu malaikat, tidak semua khodam amalan itu jin, ternyata ada yang namanya khodam berupa karomah (zaman nabi adalah muzijat) . Jadi setiap amalan atau doa atau dzikiran ada karomahnya atau khasiatnya.  Dan Karomah atau Khasiat itu berasal dari Allah SWT dan hanya Allah yang tahu seperti apa wujudnya.

Jadi jika ada sekelompok orang berdebat dan saling menyela mengenai Khodam, maka kembalikanlah semua urusan itu pada Allah, dan jangan langsung mencap/menghina/memberikan fatwa bahwa khodam itu penjaga, khodam itu malaikat dan khodam itu adalah jin, saya yakin mereka semua itu memberikan fatwa berdasarkan beberapa literalur yang di sangkut pautkan dengan sebagian fakta dilapangan, baik kebathinan berupa ilimu kebal, ilmu pelet, ilmu kanuragan dan sebaginya, sehingga Ilmu Allah yang berupa karomah atau pemberian dari Allah kepada hambanya yang Allah kehendaki menjadi samar bahkan terkesan bid'ah, sesat, musrik, syirik dan sebagainya.

Namun dari semua yang saya alami dari kecil hingga kini, Alhamdulillah Allah senantiasa membimbing saya pada jalan-Nya dan ternyata tidak semua pendapat manusia itu benar. Di Al-Qur'an dan Hadist banyak petunjuk mengenai kebesaran Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, Allah Maha Pemurah dan Penyayang, sehingga ketika ada hambanya puasa dan mungkin saja senantiasa membaca Asma Allah tertentu (red : contoh kasus), Allah memberikan karomah-Nya, khasiatnya dari membaca ayat terntentu atau dzikiran tertentu, jangan langsung kita bilang akan datang Jin/malaikat/khadam, entah apa itu tapi Allah yang lebih tahu, jadi serahkan semuanya kepada Allah. Kecuali jika mendapatkan kekebalan itu, karomah itu, pengasihan atau ilmu kanuragan itu meminta kepada selain Allah maka besar kemungkinan didalamnya ada campur tangan jin atau syetan. Wallahu'alam.

Jadi jika pengetahuan kita sedikit, atau pengalaman kita sedikit atau pengetahuan kita banyak dan pengalaman sedikit atau pengalaman banyak dan pengetahuan sedikit, jangalah memberikan fatwa mengenai mahluk Allah yang ghaib. Banyak...., sangat banyak sekali makhluk gaib ciptaan Allah walau Allah telah menggolongkannya dalam Al-Qur'an. Bisa berupa malaikat, Jin, Syetan dan sebaginya.

Yang jelas jika kita ingin belajar ilmu karomah yang orang awam sebut dengan kebathinan maka belajarlah pada guru yang berdasarkan ajaran agama, yang tidak menyimpang dari agama  dan selalu mengedepankan ajaran Allah dari segalanya, maka Insya Allah kita akan mendapatkan karomah dari Allah dan bukan mendapatatkan kesesatan atau kemusrikan.

Saya pun belajar seperti itu adalah dulu, sekarang saya hanya ingin belajar bagaimana selamat bahagia, kaya dunia dan akhirat, mendapatkan syurga Allah di dunia dan surga Allah di akhirat nanti.

Bersambung ....(Klik Link untuk membaca sambungan)




(Redaksi : SRH/Padepokan aura insani)




Testimoni Perjalanan Rohani Haji Galih Gumelar Bagian 2

Karena seringnya rasa takut ketika akan pulang, namanya remaja dan tahun 90-an masih kental dengan dunia persilatan, maka ada keinginan untuk belajar silat dan tenaga dalam agar tidak kena palak dan dicegat di tengah jalan.

Padahal ketika kelas 1 hingga kelas 2 SMP, hanya tiga kali saya dipalak oleh 1 preman pasar dan 1 kali anak STM, 1 orang dewasa, dan dua tidak berhasil mengambil uang saya, hanya preman pasar yang berhasil, itu pun langsung saya kasih Rp. 1000 rupiah yang cukup untuk 1 kali ongkos pulang dan 1 kali makan mie ayam yang waktu itu masih Rp. 500 rupiah semangkuknya.

Berdasarkan pengalaman tersebut dan rasa takut ketika pulang sekolah, saya mencoba mencari perguruan pencak silat yang ternyata hanya ikut hingga sabuk hijau saja, akhirnya saya mencari guru, berhasil ketemu satu guru yang hanya guru ngaji, ternyata menurut beliau saya masih terlalu muda untuk belajar kebathinan, karena usia saya ketika itu masih 13 tahun.

Namun memang kalau jodoh dan Allah berkehendak mah, apapun bisa terjadi. Suatu saat ketika duduk di kelas 2 SMP, saya menemukan tulisan arab dan ada keterangan puasanya di rumah, entah dari mana tapi ada cara puasa dan sebagainya, tanpa banyak bicara saya lakukan puasa selama tujuh hari dan membaca doanya setiap selesai sholat lima waktu.

Jadilah saya seorang yang rajin sholat lima waktu, padahal sebelumnya bolong-bolong. Ketika puasa, yang namanya orang tua bertanya-tanya, ko bukan ramadhan puasa dan kenapa setiap hari dan sudah enam hari saya puasa, saya cerikan semua kepada kedua orang tua saya, dan keduanya tersentak kaget terutama ayah saya yang langsung bilang bahwa amalan puasa itu sebenarnya miliknya yang didapat dari seorang Khai di Serang Banten, namun tidak pernah diamalkan, karena pola pikir seumuran ayah saya tidak memerlukan amalan seperti itu namun amalan atau doa untuk mendapatkan rezeki dan keselamatan dunia akhirat yang beliau butuhkan.

Tanpa pikir panjang ayah saya langsung menghubungi pesantren tempat beliau mendapatkan doa tersebut, dan menurutnya sang Khai kaget mendengar saya yang berumur 13 tahun lebih sudah mengamalkan puasa yang beliau kasih dan sudah mau memasuki hari ketujuh, herannya ko bisa dan ko kuat juga, padahal godaan dan ujian doa amalan tersebut adalah berat.

Akhirnya sang Khai meminta bila telah selesai puasa untuk datang kepondoknya dan mengadakan syukuran untuk selesainya dan amalan tersebut serta akan si test, saya bingung, ada test juga ..seperti sekolah saja.

Akhirnya seminggu saya selesai puasa, diajaknya saya ke daerah Serang Banten untuk melakukan
syukuran. Dan herannya selesai saya syukuran, saya di suruh sang Khai untuk mohon kepada Allah   apa yang saya inginkan dan Subhanallah terjadi. Di Sinilah saya dalam kejadian ini pada umur 13 tahun lebih saya merasakan kebesaran Allah, dan menjadi yakin bahwa Allah itu ada.

Sang Khai pun heran dan mengucapkan Alhamdulillah, menurutnya jika Allah tidak berkehendak dan tidak ada bakat, biasanya untuk anak remaja seusia saya dengan amalan tingkat tinggi yang saya amalkan, banyak yang tidak ketaikan dan gila.

Selama saya pendidikan madrasah dari SD hingga SMP ini, di mana guru madrasah, guru ngaji, guru private ngaji mengajarkan mengenai segala tetang Islam dan adanya Maha Pencipta.  Baru kali itu saya merasakan Allah ada dan dekat.

Dari sinilah saya mulai gemar pulang pergi Serang - Tangerang terutama ketika hari libur sekolah, kebetulan karena ayah saya seorang abdi negara yang bertugas di Kabupaten Serang, maka di sana keluarga kami memiliki rumah pribadi dan akhirnya saya sering menginap di sana ketika liburan untuk belajar mengaji dan pesantren kilat sabtu minggu. Walaupun mengaji tetap saya ternyata diperlakukan khusus oleh sang Khai. Subhanallah....!

Bersambung...:


Testimoni Perjalanan Rohani Haji Galih Gumelar

Semoga Allah mengampuni dosa saya dan dosa seluruh umat muslim di dunia, semoga Allah memberikan rahmat, hidayah, karunia dan kasih sayang-Nya kepada saya dan seluruh umat muslim di dunia.

Semoga Allah pun senantiasa membimbing saya untuk menjadi hamba-Nya yang bermanfaat dan tetap bersahaja dan rendah diri, karena share saya di sini untuk memberikan pengalaman hidup yang berarti dan penuh makna serta patut di syukuri dengan segala rasa syukur sebagai hamba Allah yang tidak ada apa-apanya.

Share kisah hidup saya di sini bukan sebagai rasa takabur, riya, sombong dan ingin dipujia atau ingin pula di hujat. Namun semoga apa yang saya alami selama ini bisa menjadi manfaat bagi orang banyak dan sebagai dasar pemahaman agar bisa mengikuti yang baiknya dan mengikuti yang buruknya.

Semoga yang saya ceritakan di sini apa adanya dan Allah izinkan tidak berlebihan serta ditambahkan.

Dulu saya hanyalah seorang anak manusia yang nota bene sama seperti anak lainnya, sejak sekolah dasar saya adalah anak yang jarang main diluar bersama teman lainnya.

Teman main tetangga saya banyaknya adalah wanita, sehingga saya lebih sering dirumah, jika main itulah hanya main karet dan congklak, tidak seperti jaman sekarang bisa main Plasy Station (PS) atau main Ipad dan game online. 

Ketika kecil saya sering diremehkan teman-teman yang lebih besar, sehingga saya seperti merasa ketakutan jika ada yang ingin mengancam. Subhanallah...pengalaman kecil yang menyenangkan.

Hingga lulus Sekolah Dasar saya melanjutkan ke Sekolah Negeri ternama dan jauh dari rumah, kurang lebih 7 - 10 KM dan ditempuh dengan 2 kali naik angkutan umum.

Nah disinilah letak problem sebagai remaja pria yang berbadan agak kurus dan kecil mulai.
Setiap pulang sekolah saya harus berjalan dari sekolah hingga terminal angkutan umum yang menuju rumah, yaitu di daerah tanjakan pasar Anyar Tangerang.

Setiap pulang sekolah yang saya takutkan adalah jika ada gerombolan anak sekolah yang lebih besar dan preman pasar yang suka memalak. Apalagi postur tubuh saya yang kecil dan warna kulit putih seperti warga keturunan, menjadi rasa takut yang berlebihan, untungnya bekal saya sekolah sangatlah kecil, ketika itu hanya Rp. 2000 rupiah yang cukup untuk ongos 2 kali naik angukutan untuk pergi dan 1 kali naik angutan untuk pulang dan membeli 1 makuk mie ayam dan es teh manis saat istirahat, jadi bila ada yang memalak yang saya takutkan adalah uang untuk ongkos saya pulang  dan tabungan sisa tidak jajan ketika istirahat.

Bersambung :
Baca kisah selanjutnya bagian 2 di sini

Redaksi : SRH/Padepokan aura insani

Formulir Pendaftaran Online Santriwan/Santriwati Padepokan aura insani

Isilah formulir pendftaran di bawah dengan benar dan lengkap, jika tidak lengkap maka pendafataran belum kami anggap selesai dan bisa diproses.

Informasi lebih jelas silahkan hubungi 021-70522100, 021-99960774, 087808891066


Apakah para santriwan/santriwati harus Mondok di Padepokan aura insani

Apakah para santriwan/santriwati harus Mondok di Padepokan aura insani ?, jawabannya adalah tidak.

Setiap santriwan dan santriwati padepokan aura insani Hidayatullah tidak menginap dan mondok di Padepokan aura insani Hidayatullah, namun masih tetap tinggal di tempat tinggalnya masing-masing, dam beberapa waktu tertentu diharuskan datang atau bisa komunikasi via online/telp dan sms, atau via online/sms/telp saja bagi santriwan - santriwati yang jauh dari padepokan.

Berapa Lama Belajar Mengaji Ilmu Hikmah di Padepokan aura insani

Berapa Lama belakar Mengaji Ilmu Hikmah di Padepokan aura insani, lama belajar kurang lebih dalam kurun waktu 1 atau 2 - 3 Minggu berjalan pada tiap tingkatan bahkan bisa 1 - 6 minggu pada tingkatan tertentu, tergantung kesanggupan dan kesiapan pasein dalam menerima materi pembelajaran serta bakat santriwan - santriwati itu sendiri. Namun apabila dalam kurun waktu tertentu tidak bisa mengikuti pembelajaran setelah beberapa kali cara penyampian metoda tidak masuk atau tidak berhasil, maka santriwan-santriwati tersebut kami anggap gugur dan tidak lulus dalam proses pembelajaran di Padepokan aura insani Hidayatullah.

Alamat Padepokan aura insani Hidayatullah

Alamat Padepokan aura insani Hidayatullah ;

Graha Glest,
Jl. Utama Ujung 334 Komplek PDK Cipondoh Indah
Kota Tangerang Banten Indonesia 15148
HP/WA : 087871749872 


Email : informasi.online@yahoo.co.id

Padepokan aura insani Hidayatullah

Padepokan aura insani Hidayatullah merupakan Padepokan yang berdiri di bawah Majelis Dzikir aura insani Hidayatullah dengan kelembagaan hukum Lembaga Kemanusiaan aura insani Hidayatullah.

Padepokan aura insani Hidayatullah ini didirikan oleh H. Galih Gumelar, ST, M.Si dikarenakan banyaknya permintaan khalayak umum untuk belajar kepada dirinya baik yang orang bilang tentang ilmu pengobatan sunah Rasulullah, Ilmu Pengobatan Bathin, dan yang orang bilang dengan ilmu hikmah.

Ustadz H. Galih Gumelar, ST, M.Si sendiri awalnya bingung, kenapa banyak orang ingin belajar dan menjadi muridnya, padahal pengobatan yang sering ia praktekan untuk membantu pasiennya secara umum adalah pengobatan bekam sunah Rasul yang menurutnya bisa dipelajari secara gamblang di www.pendidikanbekam.com di bawah Yayasan Pendidikan Galih Lestari.

Karena banyaknya permintaan menjadi murid dan santri luar (santri tanpa mondok) maka akhirnya Ustadz H. Galih Gumelar, ST, M.Si memberikan wadah berupa padepokan yang bernama Padepokan aura insani Hidayatullah.

Di tanya Maksud dan tujuan padepokan ini, beliau menjawab, sebagai tempat masyarakat umum yang mau berbagi pengalaman terutama pengalaman kebathinan dan pengalaman spiritual yang nota bene menurutnya harus sesuai kaidah dan ajaran Rasulullah dan syariat Islam.

Ketika di tanya kembali apakah tidak akan menuju kemusrikan dan kebid'ahan atau sesuatu yang menjerumuskan dengan adanya padepokan aura insani Hidayatullah ini, beliau menjawab, " Insya Allah tidak dan doakan  selalu agar tidak terjerumus kedalam kemusrikan, walaupun banyak orang tahu belajar kebathinan atau mempelajari ilmu hikmah walaupun sesuai ajaran Islam selalu menyerempet hal yang mistis bahkan musrik".

" orang ingin belajar yah , saya hanya memberikan apa yang saya bisa dan saya tahu, wong saya orang biasa kok, ngaji aja masih belajar dan masih kepingin menjadi murid kalau ada yang mau mengajari" ungkapnya merendah.

"Namun Insya Allah Padepokan aura insani Hidayatullah ini kedepannya mampu menjadi wadah bagi setiap masyarakat yang ingin mempelajari Ilmu Allah , Kebesaran Allah, Kekuatan Allah tanpa ada unsur musrik dan semuannya benar dari Allah apa adanya, kenapa demikian, karena setiap yang ingin menjadi santri/murid, harus melaksanakan shalat 5 waktu, membudayakan dzikrullah, menjalankan setiap ajaran Allah dan menjauhi larangan Allah, yang jelas, jika itu dilaksanakan akan menjadikan murid/santri Padepokan aura insani Hidayatullah ini semakin mau belajar mempertebal keyakinan dan keimanannya kepada Allah Aza wazala" Tutur Ustadz Muda ini.

"Dari Zaman dahulu hingga Zaman Modern ini banyak orang yang belajar ilmu kebathinan, ilmu kadigjayaan bahkan ilmu hikmah yang bercampur aduk dengan berbagi ajaran, nah semoga di Padepokan aura insani Hidayatullah ini, bisa meluruskan sedikit demi sedikit ilmu hikmah kepada jalan Allah. tidak semua ahli hikmah atau yang belajar lebih dalam dekat dengan Allah sehingga mendapatkan kelebihan adalah sesat dan akhirnya menyesatkan, masih banyak ko yang senantiasa berada di jalan Allah, kita lihat para wali Allah dari seluruh penjuru dunia hingga yang ada di Indonesia, semuanya pernah bahkan memilki ilmu hikmah hingga akhir hayatnya, jelas tidak ada yang salah, namun kesalahannya adalah pada faktor individu santri/murid dan guru yang mengajarkannya, apakah bisa membawanya atau tidak?" Ujar Ustadz H. Galih Gumelar tanggap.

"Insya Allah semua yang belajar di Padepokan aura insani Hidayatullah akan di bimbing dan sama-sama mengingatkan agar selamat bahagia dunia dan akhirat, sekarang zaman modern yang penuh dengan godaan, mari jadikan ilmu hikmah ini sebagai benteng dari godaan tersebut dan menjadikan kita insan yang maju dan beradab, dan yang diajarkan di Padepoka aura insani Hidayatullah ini adalah murni dzikir dan doa kepada Allah SWT, lepas tidaknya dengan dzikir dan doa itu Allah memberikan kelebihan kepada kita , maka jadikan kelebihan itu sebagai anugerah yang bermanfaat dunia akhirat dan bukan sebagai kesombongan yang akhirnya menjadi laknatullah"

" Tidak dipungkiri seberapa besar kita berdzikir dan berdoa kepada Allah, maka Allah akan balas berkali lipat faedahnya, apalagi dirutini dan didalami, maka Allah akan memberikan lebih, sehingga kelebihan inilah yang sering orang bilang ilmu hikmah atau ilmu kebathinan, padahal dasarnya itu semua adalah Ilmu Allah dari Allah dan titipan Allah, terkecuali dipatkannya melalui sesajen, jimat, ritual dan sebagainya, itu baru boleh dipertanyakan, nah jika orang melaksanakan shalat malam, dzikir malam, lalu puasa sunah karena Allah, dan tiba-tiba Allah memberikan kelebihan, apakah itu salah?, jadi intinya bukan Ilmu Hikmahnya yang salah namun manusianya atau diri kitanyalah yang harus dipertanyakan."


Itulah sedikit informasi mengenai Padepokan aura insani Hidayatullah dan sedikit percakapan dengan Ustadz H. Galih Gumelar, ST, M.Si , guru/yang menurutnya (H.Galih) tempat berbagi bisa diceritakan sekilas di sini, apabila ada yang ingin mengetahui mengenai Padepokan aura insani Hidayatullah atau ingin menjadi santri/muridnya maka silahkan datang langsung ke Jl. Utama Ujung 334 Komplek PDK Cipondoh Indah Tangerang Banten atau bisa melalui HP/WA di 087871749872 atau melalui email di : informasi.online@yahoo.co.id

Website ini berisikan artikel, amalan, doa, dzikir, dan tulisan lainnya yang berasal dari berbagai sumber, litelatur dan pengalaman. Walau Amalan, doa, dzikir , artikel kami share/bagi secara cuma-cuma, Mohon jangan menerima mentah-mentah apa yang terkandung dalam situs/blog padepokan aura insani dan harap disikapi dengan bijaksana dan berkonsultasilah dengan guru terbaik kita mengenai apa yang terkandung dalam situs ini. 

Pendidikan Dan Pelatihan

Baca Lainnya »

Artikel

More on this category »
 

© Copyright Padepokan aura insani 2010 -2011 | Design by Bekam Center | Published by Bekam Tangerang | Powered by Blogger.com.