News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.

Ilmu Hikmah

Baca Lainnya »

Padepokan

Baca Lainnya »

Info Santri

Baca Lainnya »
Tampilkan postingan dengan label Doa dan Wiridan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa dan Wiridan. Tampilkan semua postingan

KEISTIMEWAAN SURAH AT-TAUBAH - LAQAD JAAKUM

www.ilmuhikmah.org - Ini dia dua ayat akhir surat At-Taubah :
LAQOD JA’AKUM ROSUULUM MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI
MAA’ANITTUM HARIISHUN ‘ALAIKUM BIL MU’MINIINA RO’UUFUR ROHIIM.
(Surah At-Taubah :128)
FA IN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA,
‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM
(Surah At-Taubah :129)

Artinya :
Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad s.a.w.), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat lobakan (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-oarng yang beriman.

Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad): “Cukuplah bagi Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dialah yang mempunyai ‘Arasy yang besar “.

Menurut beberapa sumber apabila sering membaca ayat ini maka Khadamnya ada 7 dan apabila di lihat dgn mata bathin, si pengamal dikawal oleh 7 harimau dan jasadnyadiselimuti oleh tujuh lapis dinding api, Amalan ini multifungsi. Wallahu'alam.

Cara mengamalnya:
Beberapa sumber menyarankan membaca surah At-Taubah ayat 128 sebanyak 7x dan ayat  129 sebanyak 7x,  pada setiap seusai sholat fardhu.Inysa Allah Bermanfaat.

Sumber : Di ambil dan disarikan dari berbagai
Catatan : Silahkan mengamalkan doa atau petunjuk dalam situs ini dengan baik dan benar,Apabila bertentangan dengan nurani dan kaidah anda mohon tidak mengamalkan, seluruh  Artikel, petunjuk, metoda, amalan dzikir dan doa di situs kami adalah free (gratis), kecuali amalan atau bimbingan lain yang tidak tertulis di situs. Bila ada yang ingin di tayakan silahkan hubungi kami di informasi.online@yahoo.co.id atau 021-70522100. (mohon maaf jika bisa jangan sms karena membalasnya agak lama  atau terlewat, karena banyak yang antri, diharapkan mengirim pertanyaan kepada email dan telp<gunakan keduanya>, atau mengisi melaui kolom komentar di bawah). Mohon share Artikel kami pada jejearing sosial di bawah, sebagai tanda terima kasih dan membantu kami dalam berdakwah, silahkan download, copy/paste, atau sebarkan konten apapun dalam situs kami, tapi jangan lupa berikan kami linknya yah...., Semoga Allah mendengar doa dan dzikir kita.

Doa atau Amalan Mahabbah (Pengasihan)

Doa mahabbah (pengasihan) berupa wirid dan
mantra. Jika diamalkan sungguh-sungguh, Insya Allah akan dicintai
siapa saja. Doa yang harus diwiridkan yaitu: doa mahabbah (pengasihan) berupa wirid dan
mantra (doa dalam bahasa Indonesia / Jawa / bisa bahasa lainnya. Jika diamalkan sungguh-sungguh, Insya akan dicintai siapa saja. Doa yang harus diwiridkan yaitu:


Allohumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalatan
tunjinaa bihaa minjamii’il ahwali wal
aafaati/wataqdhii lanaabihaa jamii’il ahwaali
haajaati/watuthahhirunnaa bihaa minjamii’is
sayyiaati/watar fa’unaa bihaa ‘indaka a’lad
darajaati/watuballi ghunna bihaa aqshal
ghaayaati/minjamii’il khairaati filhayaati waba’dal
mamaati/washollallaahu ‘alaa khairi khalqihii
sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihii
wasallam




Doa tersebut dibaca 11 kali tiap malam. ”Sebelas
berarti welas. Membaca sejumlah itu akan diwelasi
(dicintai) siapa saja. Pada malam Jumat, lebih afdol
jika jumlahnya ditambah hingga 100 kali atau lebih.
Menurut keyakinan ulama, mewiridkan salawat sangat
cepat untuk meraih hajat yang diinginkan,

Sedang mantra (doa dalam bahasa jawa) yang harus dibaca yakni:

Sang manik cemar uripmu wus kecekel dening aku. Diluk
dingkul ketungkul dingkul (dibaca 3X sambil menahan
nafas). Kabeh mau soko kersaning Gusti Alloh. Laa
ilaaha illallah Muhammadurrasulullah

Dibaca 3 kali setiap akan bicara di hadapan banyak orang.
Bila diamalkan, Insya Allah semua orang yang mendengar omongan kita akan memperhatikan. Akan luluh dan akhirnya menyayangi kita,mohon agar wirid dan mantra ini diamalkan untuk kebajikan dan tujuannya hanya kepada Allah tidak kepada yang lain.

Sumber : Berbagai Sumber, Litelatur dan pengalaman.


Catatan : Mohon bagi yang mengamalkan untuk hanya percaya kepada Allah SWT, cara/amalan di atas bisa terlaksana adalah karena izin Allah SWT, dan kalimat doa yang berbahasa jawa adalah doa biasa bisa dirubah menjadi bahasa Indonesia, untuk informasi lebih jelas silahkan hubungi aura insani di Email : informasi.online@yahoo.co.id


Doa Hizib nabi Sulaiman


Raja Nabi Sulaiman Tiada Duanya

Dengan doa ini, Nabi Sulaiman as menjadi raja satu-satunya dan raja terakhir yang memiliki kerajaan di dunia meliputi segala sesuatu.

Dengan doa tersebut, maka tidak ada seorang Nabi pun atau seorang raja pun yang dapat memiliki kekuasaan seperti Nabi Sulaiman as.
Nabi Sulaiman mampu menundukkan semua makhluk Allah SWT termasuk semua binatang buas, burung-burung dan lain-lain termasuk setan dan iblis.


Oleh karena itu, sekalipun Rasulullah SAW dapat mencekik iblis pada waktu beliau sedang memimpin shalat berjamaah, namun Rasulullah SAW tak mampu menguasainya, karena beliau segera teringat akan doa saudaranya, Nabi Sulaiman as ini.

Jin Ifrit yang begitu kuat pun mampu ditundukkan oleh Nabi Sulaiman as karena doanya tersebut, sehingga mendapat pertolongan Allah SWT.
Bahkan ketika Nabi Sulaiman as meninggal dunia dalam keadaan bersandarkan tongkat, semua makhluk tidak mengetahuinya. Beliau diketahui meninggal dunia setelah tongkat itu dimakan rayap.

Inilah doa nabi Sulaiman as kala itu, dicuplik dari ayat Suci Al Qur'an Surat Shaad ayat 35.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ 

Artinya:
"Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi".
(QS. Shaad: 35). 



Sumber : Diolah dari berbagai sumber, litelatur dan pengalaman.
Catatan : Silahkan mengamalkan doa atau petunjuk dalam situs ini dengan baik dan benar,Apabila bertentangan dengan nurani dan kaidah anda mohon tidak mengamalkan, seluruh  Artikel, petunjuk, metoda, amalan dzikir dan doa di situs kami adalah free (gratis), kecuali amalan atau bimbingan lain yang tidak tertulis di situs. Bila ada yang ingin di tayakan silahkan hubungi kami di informasi.online@yahoo.co.id atau 021-70522100. (mohon maaf jika bisa jangan sms karena membalasnya agak lama  atau terlewat, karena banyak yang antri, diharapkan mengirim pertanyaan kepada email dan telp<gunakan keduanya>, atau mengisi melaui kolom komentar di bawah). Mohon share Artikel kami pada jejearing sosial di bawah, sebagai tanda terima kasih dan membantu kami dalam berdakwah, silahkan download, copy/paste, atau sebarkan konten apapun dalam situs kami, tapi jangan lupa berikan kami linknya yah...., Semoga Allah mendengar doa dan dzikir kita.

DOA MOHON KESEMBUHAN DAN SHOLAWAT NABI SULAIMAN


DO’A NABI SULAIMAN:


Allaahumma adkhilnma fii suurri sulaimaana, wamalaka sulaimanu

minalmasyriqi wal maghribi, bizaatihi, washifaatihi, wa

af’aalihi, waquwwatihi, wasalaamun yaa robba jibraaiila, wa

mikaa iila, wa isroofiila, wa ‘idzroo iila, wamalaka

sulaimaanu minalmasyriqi wal maghribi, jinnaa wa insaanan

wariihan wa ghamaaman, tasliiman katsiiron, wasubhanahu,

wata’aalaa jalla jalaaluhu, wakmaaluhu, ‘i’lam ya ibliis

wasysyayaathiin taskununa (sakiniin) fii dhulumaati. Robbanaa

taqobbal minnaa du’aa a sulaimaana, washolollohu ‘alaa

sulaimaana wa ‘alaa saa iril anbiyaa i birohmatika yaa

arhamarroohimiin




DOA KESEJAHTERAAN SULAIMAN

“Salaamun ‘alaa sulaimaana fil ‘aalamiin”

DO’A TERHINDAR DARI SYETAN


“A’uuzubikalimatillaahi tammati, min kulli ‘aduwwi wa haammati, wamin kulli syathoonollaammatin, a’uzubillaahi alwaahidi almaajidi, min kulli ‘aduwwin wa hasidin, wamin kulli syaithoonimmaridin, bismillaahirrohmaani ‘alaa ‘abdihi, waqaulini, laqodkholaqnal insaanu fii akhsani taqwiim”.

LAU ANZALNA



SHOLAWAT TAFRIJIYAH



SHOLAWAT SYIFA/OBAT


“Allaahumma sholli ‘alaa saidinaa Muhammadin thibbilquluubi wa dawaa ihaa, wa ‘aafiyatil ibdaani wasyifaa iha, wanuuril abshoori, wadhiyaa ihaa, wa’alaa alihi, washohbihi, wabaarik wasallim”

KAF HA YA


” Kaa Ha Ya Aiin Shood Ha miim ‘Aa siin qoof”

ASMAK ULHUSNA YA BAARI
“Yaa Baa Ri U”

AYATUL QURSI



SURAT AL FATIHAH

Doa Nabi Sulaiman Agar Tetap Mensyukuri Nikmat


(Surah An-Naml ayat 19)
فَتَبَسَّمَ ضَا حِكًا  مِنْ قَوْ لِهاَ وَقَالَ رَبِ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَ شْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَصَلِحًا تَرْ ضَىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِباَ دِكَ الصَّلِحِيْنَ.

Artinya: Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Riwayat Ayat
Nabi Dawud dan nabi sulaiman merupakan dua sosok nabi yang di anugrahi ilmu yang tinggi oleh Allah SWT, melebihi hamba-hamba Allah SWT lainya yang mukmin. Nabi Dawud menjadi raja, dan ketika nabi Daud meninggal, maka yang mewarisinya adalah nabi sulaiman.
  Nabi Sulaiman diberi ilmu tentang arti kicauan burung-burung. Apa yang dibutuhkan nabi sulaiman untuk kepentingan kekuasaan kerajaannya juga diberikan oleh Allah SWT. Nabi tidak hanya Sulaiman tidak hanya memiliki tentara yang terdiri dari manusia, melainkan juga tentara dari golongan jin dan pasukan burung-burung. Juga di beri ilmu mengerti pembicaraan binatang-binatang yang sangat kecil, seperti semut.
Alkisah, ketika nabi sulaiman beserta pasukannya sedang berjalan di suatu lembah, maka seekor semut telah memberitahukan kepada kawan-kawannya agar masuk ke sarang,supaya tidak terinjak oleh nabi sulaiman dan pasukannya. Nabi sulaiman mendengar seruan semut kepada kawan-kawannya tersenyum. Nabi kemudian berdoa ayat tersebut, karena telah di karuniai nikmat yang sangat luas dan agar tetap menjadi orang yang mau bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT karena nikmat luas itu.
Membaca doa nabi Sulaiman sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang di berikan Allah SWT selama ini, disamping agar segala amal di ridhoi Allah SWT dan di masukan dalam golongan hamba- hamba Allah SWT yang shaleh. Meskipun menjadi seorang nabi, nabi sulaiman masih memohon agar amalnya diridhoi dan termasuk orang yang shaleh. Karenanyalah sebagai manusia biasa, seharusnya juga mwemanjatkan doa tersebut agar Allah SWT tetap menjadikan kita orang yang mau bersyukur, agar sewrgala amaliah senantriasa diridhoi dan termasuk orang-orang yang shaleh.     

DUA BELAS NAMA-NAMA SUCI ALLAH

Ramai di kalangan kita termasuklah bapak sendiri akan terkejut bila kita mengetahui bacaan Asma ul Husna yang dicantumkan dengan satu atau beberapa lagi Asma ul Husna yang lain akan memberikan hasil yang sungguh mustajab bagi doa kita.

Para Sufi yang mempelajari dan mengamalkan nama-nama ini dengan niat hanya untuk beribadah semata-mata kepada Allah SWT. Mereka bukan hanya mahu meninggalkan keduniaan malah apa-apa keuntungan akhirat pun bukan menjadi matlamat mereka. Yang penting mereka hanya mahu mengabdi kepada Allah Yang Maha Satu ( menjadi kekasihNya. )

Bagi para sufi ini, sentiasa bezikir dengan 12 nama-nama Allah yang mewakili sifat-sifat tertinggi Allah SWT adalah asas penting untuk menang dalam jihad melawan nafsu syaitan. Mereka akan beribadat di tempat sunyi dan terasing sambil bermunajat agar Allah mendekatkan mereka kepadaNya.

Nama-nama ini dibacakan di beberapa peringkat yang berlainan dalam kehidupan mereka di samping dilakukan di beberapa tempat yang berlainan di Makkah, Madinah dan juga Gunung Arafah.

Nama-nama yang dimaksudkan adalah :

1. LA ILAHA ILLALLAH
2. ALLAH
3. HU
4. AL-HAQQ
5. AL-QAYYUM
6. AL-HAAYU
7. AL-QAHHAR
8. AL-WAHHAB
9. AL-FATTAH
10. AL-WAHID
11. AL-AHAD
12. AS-SOMAD

Nama-nama ini seharusnya di hafal dan di ingati sentiasa dalam hati. Baik semasa dalam keadaan sedih atau gembira. Nama ini sewajarnya secara otomatik diseur oleh hati setiap mukmin.
Dan mereka yang tunduk tentunya akan merasa tenang dengan sentiasa mengingati Allah.

Berzikir atau mengingati Allah ST yang telah menjadikan kita hendaklh dlakukan setiap hai, setiap masa dan di mana jua kita berada.
Bacalah kalimah Toyyibah yang menjadi rukun Islam pertama ini.

Sabda Nabi S.A.W. :
Zikir yang terbaik untuk kita ucapkan ialah yang diamalkan oleh para Nabi dan aku, itulah kalimah Toyyibah : LA ILAHA ILALLAH.

DOA UNTUK MEMBUKA HATI ORANG SUPAYA CEPAT MEMBAYAR HUTANG.

Hendaklah dilakukan Solat Sunat Tahajud dahulu.

Selepas bacaan Surah Al-Fatihah pada raka’at Pertama dan Kedua bacalah :


1. Surah Al-Insyirah 3X

( Alam Nashrah )

Surah An-Nashr 4X

( Qul a'u zubirabin nas )

3. Surah Al-Ikhlas 7X

(Qul Huwallah hu ahad )


Selepas selesai solat hendaklah berzikir seberapa banyak yang boleh sambil berniat di dalam hati supaya dibukakan dan dilembutkan hati si anu untuk membayar hutang kita. Insyaallah jika diizinkan Allah cepatlah kita dapat menerimanya.


Zikir nya :

Allah Humma Inni, A’u zubikamin, Gholabatid daini, Wasyamatatil, Aqda’a

DOA PEMBUKA SIHIR.

(Dibaca pada buah limau dan letak didalam bekas air dan sapu kebadan pesakit yang terkenasihir tadi)

"Allahummaftah alaina, futuhal, Arifinna, Bihikmatika,
Wansyurk alaina, Birohmatika Wazarkkirna, Maanasita, Ya zaljalal hiwal iqram"

DOA UNTUK MENEMBUSI / MENJELAJAH KE ALAM GHAIB.

( Semasa hendak tidur amalkan membaca doa ini sehingga terlena dan niatkan tujuan kita )

Hadiahkan Fatihah untuk Baginda Rasullah, Para Sahabat, Para Anbia dan diri kita sendiri


Kemudian bacalah kalimah ini :

1. Al yak lamuman kho lakho wa huwa lathifful khabir

Maksud Ayat :

1. Tdakkah Allah Yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? sedang ia Maha Halus urusan PentadbiranNya, lagi Maha mendalam PengetahuanNya!

Dahsyatnya Doa Nabi Yunus

Nabi Yunus alayhissalam diutus oleh Allah swt. kepada masyarakat Naynawa, yang terkenal dengan kekafirannya. Nampaknya, Nabi Yunus kurang sabar dengan perlakuan kaumnya. Dalam keadaan kesal, ia pergi meninggalkan kaumnya menuju tepi laut. Kemudian ia menumpang kapal yang akan berlayar. Di tengah lautan, kapal diterpa badai dan angin kencang. Untuk menghindari kapal karam, muatan kapal harus dikurangi. Semua penumpang kapal sepakat untuk melakukan undian. Siapa yang namanya keluar, maka dialah yang harus dilemparkan ke lautan. Ternyata, yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Akhirnya, Nabi Yunus menceburkan dirinya ke lautan, dan ia ditelan ikan besar. Al-Quran menyebut ikan itu dengan Hut atau Nun. Namun, Allah swt. mewahyukan ikan itu untuk tidak memakan tubuh Nabi Yunus.
Ada yang mengatakan Yunus a.s. tinggal di dalam perut ikan selama 3 hari, 7 hari, bahkan 40 hari. Selama itu ia berdoa kepada Allah swt., ‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’.

Doa Yunus menembus Arsy, sampai-sampai para malaikat berkata, ‘Ya Rabb, sepertinya ini adalah suara orang lemah yang sudah dikenali, yang datang dari negeri yang jauh dan asing’. Allah bertanya, ‘Tahukan kalian, suara siapakah itu?’ Malaikat menjawab, ‘Suara siapakah itu?’ Allah berkata, ‘Itu adalah suara Yunus, hamba-Ku’. Malaikat berkata, ‘Yunus yang amalnya senantiasa naik ke langit dan doanya dikabulkan? Ya Rabb, tidakkah Engkau menaruh belas-kasih padanya lantaran dia senantiasa memuji-Mu di saat senang, dengan begitu Engkau selamatkan ia di saat terjepit seperti ini?’ Allah menjawab, ‘Ya, tentu saja’. Maka, Allah memerintahkan kepada ikan hut untuk melemparkan Yunus ke daerah tandus.


Yunus terdampar di sebuah pulau yang tandus, dalam keadaan lemah. Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (Q.s. as-Shaffat/37: 145-148)


Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan. Saya punya cerita menarik tentang hal ini.


Siang itu, 8 Dzulhijjah, para jamaah haji yang berada di Mekkah mulai bergerak menuju Arafah. Meskipun wuquf baru dilaksanakan keesokan harinya, namun jamaah haji sudah diberangkatkan satu hari sebelumnya. Jarak antara Mekkah dan Arafah tidaklah jauh. Paling-paling 7 km, yang dapat ditempuh dalam waktu tidak berapa lama. Namun, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan dapat menyebabkan perjalanan menuju Arafah tidak secepat yang kita duga. Ditambah lagi, dengan kemampuan sopir yang tidak menguasai medan. Bahkan, ada kejadian bus baru tiba keesokan harinya. Pemerintah Arab Saudi tidak ingin mengambil risiko besar, karena wuquf adalah rukun haji yang paling penting. Jamaah haji yang tidak wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka hajinya tidak sah. Oleh karena itu, jamaah haji diberangkatkan satu hari sebelum prosesi wuquf, agar pada saat wuquf, mereka benar-benar sudah berada di bumi Arafah.


Saat itu, saya dan 80 orang jamaah haji berada di dalam bus yang diberangkatkan menuju Arafah. Saya duduk di bangku paling depan, sambil memandu para jamaah haji. Suara talbiyah bergema sepanjang jalan menuju Arafah. Berulang kali, bus yang kami tumpangi berputar-putar di jalan yang sama. Saya ikut memberi panduan kepada sopir untuk mengambil rute yang seharusnya. Buat saya, sopir tidak kenal rute-jalan itu masalah biasa. Saya sering mengalaminya di kala musim haji. Maklum, mereka bukan penduduk asli Saudi Arabia. Mereka biasanya datang dari Mesir, Palestina, Syiria, dan Turki. Bahkan, dari identitas mereka yang saya baca, mereka baru menginjakkan kakinya di Mekkah beberapa hari yang lalu. Jadi, wajar saja kalau mereka sering kesasar. Untuk itu, biasanya sopir ditemani oleh satu orang dari maktab, yang ikut memandu perjalanan.


Bus yang kami tumpangi makin jauh dari arah Arafah. Jamaah mulai tahu bahwa sopir sudah salah jalan. Mereka mulai gelisah. Saya berusaha menenangkan mereka. Saya sadarkan mereka bahwa mereka sedang berihram. Saya ingatkan mereka jangan sampai keluar dari mulut mereka kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya, karena itu akan merusak ihram mereka. Saya katakan bahwa ini adalah ujian untuk menguji kesabaran kita dalam menjalankan perintah Allah swt. Saya mengajak semua jamaah untuk membaca istighfar. Sepanjang jalan, saya selingi ucapan talbiyah dengan istighfar. Saya pun teringat dengan doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan Nun, ‘La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimin’. Saya juga meminta jamaah untuk membaca doa itu. Doa itu pun kami baca berulang-ulang. Suasana di dalam bus menjadi syahdu. Suara talbiyah, istighfar, dan doa Nabi Yunus terdengar tulus keluar dari mulut-muluh jamaah. Mereka begitu khusyu’. Sepertinya semua jamaah tidak mampu menahan tetesan air mata. Terdengar suara isak-tangis kecil.


Alhamdulillah, doa kami menembus Arsy! Allah swt. menghilangkan kegelisahan kami. Bus kami mulai berada di jalur yang benar menuju Arafah.


Kami pun menjadi lega, manakala bus kami sudah memasuki kawasan Arafah yang dipenuhi dengan kemah-kemah.


La ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin… Tidak ada tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku ini sudah berlaku zalim…

Doa Nabi Adam AS.


Rabbana dholamnaa anfusana waillam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khosirin
("Wahai tuhan kami,kami telah bersalah(menganiyaya diri kami sendiri).Dan sekirannya engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami,niscaya dan pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi")


Sebab Turunya ayat ini:
Bacaan do'a ini merupakan ungkapan rasa bersalah Nabi Adam,melanggar larangan Allah.sehingga akibat dari pelanggaran ini,Nabi Adam mendapat hukuman yaitu,dipisahkan dari istrinya Siti Hawa,selama kurang lebih dari 300 tahun lamanya.Selama itu pula Nabi Adam selalu mengadakan pengakuan dosa atas kesalahan yang diperbuatnya.Dan itu terjadi atas ketidakmampuan Nabi Adam menghadapi bujuk rayu iblis yang senantiasa mengajak ke jalan kesesatan/Kedhaliman,sebagaimana hal ini dikisahkan dalam Al-Qur'an S-Al-Baqarah ayat 36 dan S-Al-Araf ayat 22.
Begitu Allah menerima pengakuan dosa Nabi Adam dan Nabi Adam diingatkan untuk mengikuti semua petunjuk-nya,maka akhirnya Allah mempertemukan kembali dengan Siti Hawa di Jabal Rahmah,padang arafah.Pertemuan beliau sebagai implementasi ampunan dari Allah dan merupakan suatu kebahagiaan atau surga


HIkmah Do'a ini :
Sesungguhnya Allah telah memberikan petunjuk-Nya berupa perintah dan larangan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh setiap manusia agar menjadi umat yang bertaqwa
Agar waspada terhadap bujuk rayu setan/iblis yang akan menjerumuskan manusia ke jurang kenistaan
Dengan berpegang teguh kepada petunjuk Allah,maka kita akan dilindungi-nya dari segala ujian dan cobaan

Doa Nabi Adam as Dan Hawa

Nabi Adam dan Hawa as memiliki kisah penuh rahasia dan tanda tanya. Allah swt menempatkan mereka berdua di surga dan memerintahkan kepada mereka agar tidak memakan buah atau biji tertentu. Namun setan telah menggoda mereka dan mereka memakannya dan tertimpa bencana.

Allah swt berfirman kepada mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”[1]

Dalam kondisi ini, nabi Adam dan Hawa as bertaubat dan mengangkat tangan sambil berdoa:

رَبّنا ظَلَمْنا أَنْفُسَنا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَ تَرْحَمْنا لَنَكونَنَّ مِنَ الخاسِرينَ

“Keduanya berkata: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”[2]

DOA UNTUK MELEMBUTKAN HATI SEKIRANYA TERLALU DEGIL.

(Baca pada air dan diberi minum
1. Bismillah hirahman nir rahim.
2. Tho Ha
3. Ma anzalna alaiqal quran lalitash kho
4. Illa tazkhirotal liman yaqsha
5. Tanzil lamminman kho lakho ardho wassamawa til 'ula
6. Arrahman nu'ala 'arsis awa

Maksud Ayat :
1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2. Taa' Haa.
3. Kami tidak menurunkan Al-Quran kepadamu (Wahai Muhammad) supaya Engkau menanggung
kesusahan.
4. Hanya untuk menjadi peringatan bagi orang-orang Yang takut melanggar perintah. Allah
5. (Al-Quran) diturunkan dari (Tuhan) Yang menciptakan bumi dan langit Yang tinggi.
6. Iaitu (Allah) Ar-Rahman, Yang bersemayam di atas Arasy.

DOA JIKA TERKENA HASUTAN IBLIS ( Histeria )

( Baca pada air dan renjiskan ke muka atau badan pesakit )
1. Bismillah hir rahman nir rahim.
2. Salammun qaulam mir rabbir rahim - 3X
3. Wam taa zul yau ma aiyuhal mujrimun, alam aq had ilaikum yaa bani adama 'ala taqbudu syaitan, innahu lakum aduu un mubinn - 3X
4. Haa zihi jahannam - 2X
5. Haa zihi jahannamatul lati qun tum tuu adun - 1X


Maksud Ayat :


1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2. (Mereka juga beroleh) ucapan salam sejahtera dari Tuhan Yang Maha Mengasihani.
3. dan (sebaliknya dikatakan kepada orang-orang Yang kafir): "Berpisahlah kamu pada hari ini, hai
orang-orang Yang berdosa, (dari bercampur gaul Dengan orang-orang Yang beriman).
4. Bukankah Aku telah perintahkan kamu Wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan
menyembah syaitan? Sesungguhnya ia musuh Yang nyata terhadap kamu!
5. Yang kamu saksikan sekarang ialah neraka Jahannam, Yang kamu selalu diancam
memasukinya (kalau kamu tidak taatkan perintah Allah).

DOA NABI KHIDIR.AS. (DOA KESELAMATAN DAN MEMINTA HAJAT)

Bismillahir rohmanir rohim.
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shohbihi wa sallim.
Allahumma kama lathofta fi azhomatika wa qudrotika dunal luthofa-i.wa ‘alauta bi ‘azhomatika ‘alal ‘uzhoma-i.wa ‘alimta ma tahta ardhika ka’ilmika bima fauqo ‘arsyika.fa kanat wasawisush shuduri kal ‘alaniyati ‘indaka.wa ‘alaniyatul qouli kassirri fi ‘ilmika.fanqoda kullu syay-in li ‘azhomatika.wa khodho’a kullu dzi shulthonin lishulthonika.wa shoro amrud dun-ya wal akhiroti kulluhu biyadika.ij’al li min kulli ghommin wa hammin ashbahtu aw amsaitu fihi farojan wa makhrojan.allahumma inna ‘afwaka ‘an dzunubi wa tajawuzuka ‘an khothiati.wa sitroka ‘an qobihi ‘amali.athmi’ni an-as aluka mala astaujibuhu minka mimma qoshshortu fihi.fashirtu ad’uka aminan wa as-aluka musta’nisan.fa innakal muhsinu ilayya.wa anal musi-u ila nafsi fima baini wa bainaka.tatawaddadu ilayya bin ni’ami wa atabaghghodu ilaika bil ma’ashi.falam ajid kariman a’thofa minka ‘ala ‘abdin la-imin mitsli.walakinnats tsaqotu bika hamalatni ‘ala jaro-ati ‘alaika.fajudillahumma bi fadhlika wa ihsanika ‘alayya.innaka antar ro-ufur rohim.wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shohbihi wa sallim.


Doa ini fadhilahnya dan keberkahannya sangat banyak.di baca setiap pagi dan sore hari.

DOA NABI IBRAHIM SEMASA DIBAKAR


(Baca 7X selepas Solat Maghrib & Suboh selama 21 hari)
1. Bismillah hirahman nir rahim.
2. Qul na yaa narukunni, bardan wassalaman 'ala ibrahim,
3. Salaamun 'alaa nuhhin fil 'alamin,
4. Salaamun qau lam mirrabir rahim,
5. Salammun hiyahatta maf la'il fajr.
Maksud Ayat :

1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2. Kami berfirman: "Hai api, Jadilah Engkau sejuk serta Selamat sejahtera kepada Ibrahim! ".
3. "Salam sejahtera kepada Nabi Nuh Dalam kalangan penduduk seluruh alam ! "
4. (Mereka juga beroleh) ucapan salam sejahtera dari Tuhan Yang Maha Mengasihani.
5. Sejahteralah malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!

DOA NABI HIDIR AS (Doa Menolak Bala)

دُعَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَّدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثِّقَةَ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسَانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم، وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .


Bismillahirrahmanirrahim



Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallim,

Allahumma kamaa lathafta fii ‘azhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘azhamatika alal ‘uzhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisusshuduurikal’alaaniyyati ‘indaka, wa ‘alaaniyyatulqauli kassirri fii 'ilmika, wanqaada kullu syai-in li ‘azhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal aakhirati kulluhu biyadika.


Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,

Allahumma inna ‘afwaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy,

athmi’niy an as-aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa. Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’u ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainika, tatawaddadu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy 'alal Jaraa-ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika'alayya. innaka antattawaaburrahiim ,wa shallallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallam.

DOA PENDINDING, MURAH REZEKI, TINGKATAN MARTABAT, MUDAH ROH KELUAR DAN SEBAGAINYA.


( Baca selepas solat Maghrib & Suboh sebanyak 7X )
1. Bismillah hirohmanir rahim.
2. Lakhod jaa akum rasullu min anfusikum, azizun 'alaihi maa anitum harison 'alaikum bil mukminin naro ufun rahim,
3. Fa'in tawallau fakhul hasbiyallah hula illa ha illa huwa 'alaihi tawakal wahua rabbul 'arsil 'azim.
Maksud Ayat :

1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2. Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi
Muhammad s.a.w), Yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan Yang
ditanggung oleh kamu, Yang sangat tamak (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula
menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-orang Yang beriman.
3. Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka Katakanlah (Wahai Muhammad): "Cukuplah
bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia; kepadaNya .Aku berserah diri, dan Dia lah Yang mempunyai Arasy Yang besar."

Doa-doa Nabi Ibrahim as

1) Nabi Ibrahim as termasuk salah seorang nabi-nabi besar Ilahi. Beliau as adalah salah seorang pemuka penyeru tauhid sepanjang sejarah dan merupakan bapak dari banyak para nabi.

Beliau as diutus ketika umat berada dalam penyembahan berhala, menghambakan diri kepada berbagai patung dan menghormatinya. Beliau as berdialog dengan umat dan menjelaskan ketidakbergunaan dan kehampaan berhala-berhala tersebut kepada mereka. Di hadapan ucapan-ucapan penuh hikmah dan argumentasi nabi Ibrahim as mereka mengatakan: “Sebenarnya Kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.”[1]

Nabi Ibrahim as berkata: “Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.”[2]
Kemudian nabi Ibrahim as menengadahkan tangannya dan berdoa:

رَبِّ هَبْ لى حُكْماً وَأَلْحِقْنى‏ بِالصَّالِحينَ * وَاجْعَلْ لى‏ لِسانَ صِدْقٍ فى‏ الآخِرينَ * وَاجْعَلْنى‏ مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعيمِ * وَاغْفِرْ لأَبى‏ إِنَّهُ كانَ مِنَ الضَّالّينَ * وَلا تُخْزِنى يَومَ يُبْعَثُونَ

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku,[3] karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.”[4]

2) Panutan dan teladan berperan vital dalam membangun atau menghancurkan kepribadian manusia. Al-Qur’an yang adalah kitab pembangun dan pendidik manusia menaruh atensi besarnya terhadap kepentingan ini. Mengingat manusia-manusia agung seperti para nabi dan pribadi-pribadi positif lain, dan juga mengingat individu-individu sesat dan berakhiran buruk dengan tujuan mengambil pelajaran dan teladan diserukan di dalam al-Qur’an Karim.

Kata “اسوة” (uswah atau panutan) digunakan sebanyak tiga kali di dalam al-Qur’an Majid: Satu kali digunakan berkenaan dengan Nabi Islam Muhammad saw,[5] sekali dalam kasus nabi Ibrahim as dan kaum Mukminin yang bersama beliau,[6] dan kali ketiga berhubungan dengan para pengikut nabi Ibrahim as.[7]

Allah swt di dalam al-Qur’an Karim berfirman: “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan (Allah).”[8]

Doa nabi Ibrahim as dan para pengikut beliau adalah sebagai berikut:

رَبَّنا عَلَيكَ تَوَكَّلْنا وَإِلَيْكَ أَنَبْنا وَإِلَيْكَ المَصيرُ * رَبَّنا لا تَجْعَلْنا فِتْنَةً لِلَّذينَ كَفَروُا وَاغْفِرْ لَنا رَبّنا إنَّكَ أَنْتَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ

“Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”[9]

Imam Ja’far Shadiq as dalam penafsiran ayat “رَبَّنا لا تَجْعَلْنا فِتْنَةً لِلَّذينَ كَفَروُا” berkata: “Pada masa dahulu kaum beriman adalah orang-orang yang fakir (dan berada di bawah tekanan, gangguan dan siksaan kaum kafir) sementara kaum kafir adalah orang-orang yang kaya raya, sehingga nabi Ibrahim as dating dan berdoa seperti ini: “رَبَّنا لا تَجْعَلْنا فِتْنَةً لِلَّذينَ كَفَروُا”. Ketika itulah Allah swt menjadikan kekayaan dan kefakiran di kalangan kaum Mukminin dan kaum kafirin.”[10]

3) Dialog dan percakapan nabi Ibrahim as dengan para penyembah berhala tidak membawa hasil, karena apapun yang dikatakan oleh nabi Ibrahim as kepada mereka justeru menambah kesesatan dan kekerasan kepala dalam diri mereka.

Nabi Ibrahim as berkata kepada diri sendiri: Mungkin dengan menjalankan sebuah “adegan” dapat menyadarkan mereka. Pada suatu hari raya di mana seluruh penduduk pergi ke luar kota dan menikmati masa liburan dan bersenang-senang, nabi Ibrahim as masuk ke dalam rumah berhala, beliau mengambil kapak, menghancurkan seluruh berhala dan hanya membiarkan berhala paling besar tersisa. Beliau as meletakkan kapak di atas pundak berhala besar tersebut dan keluar dari tempat penyembahan berhala itu. Penduduk kota yang kembali dari bersenang-senang mendatangi berhal-berhala mereka dan menemukannya dalam kondisi hancur. Dengan melacak dan meneliti akhirnya mereka mengetahui bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan nabi Ibrahim as.

Mereka menginterogasi nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as dalam menjawab mereka mengatakan: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.”[11]

Nabi Ibrahim mengatakan demikian dengan tujuan bahwa mungkin mereka menyadari dan melihat bahwa patung tidak dapat berkata, tidak memiliki pemahaman dan perasaan, tidak mampu menjauhkan bahaya dari diri sendiri dan membahayakan yang lain, bagaimana dapat menjadi tuhan alam semesta?

Akan tetapi pentas ini pun tidak membuka benak mereka yang tertutup dan mereka tetap memilih mengikuti secara membabi buta nenek moyang mereka yang bodoh dari pada berpikir dan merenung.

Dari situ, mereka menyalakan api besar dan melemparkan nabi Ibrahim ke dalamnya. Namun kehendak Allah swt berkata lain sehingga nabi Ibrahim as selamat darinya; karena paket dari tugas beliau as untuk memberikan hidayat dan bimbingan kepada umat serta membangun Ka’bah belum terlaksana ketika itu.

Ketika nabi Ibrahim as melihat tabligh dan dakwah beliau tidak membawa hasil di wilayah tersebut, pergi dari tengah-tengah mereka dan berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.[12] Maka ketika itu beliau as menuju tanah Palestina.

Nabi Ibrahim as setelah bertahun-tahun menikah dan hingga mencapai usia lanjut masih belum dikarunia seorang anak, mengangkat tangan berdoa dan mengatakan:

رَبِّ هَبْ لى مِنَ الصَّالِحينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”[13]

Allah swt pun memberikan berita gembira kepada beliau as bahwa doanya terkabulkan dan seorang putera yang sabar akan dianugerahkan kepada beliau as dan nabi Ismail as akan terlahir dengan segera.

4) Setelah nabi Ibrahim as hijrah ke tanah Palestina, Allah swt menganugerahkan nabi Ismail as kepada beliau as dan Hajar, namun karena desakan Sarah beliau as terpaksa membawa nabi Ismail dan ibunya, Hajar ke tempat lain. Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail pergi sehingga sampai di Mekah dan dengan petunjuk Jibril berhenti di sana. Nabi Ibrahim as membangun sebuah tenda dan memberikan naungan kepada keluarga di dalamnya sementara beliau as sendiri kembali ke tanah Palestina.

Kehendak Ilahi menginginkan supaya Ibrahim as juga memiliki putera dari Sarah.

Maka Sarah mengandung nabi Ishaq. Nabi Ismail dan ibunya berada di Mekah sementara nabi Ishaq dan ibunya di tanah Palestina dan nabi Ibrahim as pun pulang pergi di antara keduanya. Tanah Palestina sebuah tempat berhawa dan udara baik serta bertanah subur. Namun di Mekah tidak terdapat air, tumbuhan, pepohonan dan pula tanah yang datar.

Nabi Ibrahim as yang dengan perintah Ilahi meninggalkan keluarga di tempat pegunungan, kering tanpa air dan tumbuhan, merasa iba dan kondisi beliau berubah kemudian menengadahkan tangan berdoa dan berkata:

رَبِّ اجْعَلْ هذا البَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِى‏ وَبَنِىَّ أَنْ نَعْبُدَ الأَصْنام * رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيراً مِنَ النّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّى‏ وَمَنْ عَصانِى‏ فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ * رَبَّنا إِنِّى‏ أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِى‏ بِوادٍ غَيْرِ ذِى‏ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ المُحَرَّمِ رَبَّنا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النّاسِ تَهْوِى‏ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَراتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ * رَبَّنا إِنَّكَ تَعْلَمُ ما نُخْفِى‏ وَما نُعْلِنُ وَما يَخْفى‏ عَلى اللَّهِ مِنْ شَى‏ءٍ فِى‏ الأَرضِ وَلا فِى‏ السَّماءِ * الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى‏ وَهَبَ لِى‏ عَلى‏ الكِبَرِ إِسْمعِيلَ وَإِسْحقَ إِنَّ رَبِّى‏ لَسَمِيعُ الدُّعاءِ * رَبِّ اجْعَلْنِى‏ مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِى‏ رَبَّنا وَتَقَبَّلْ دُعاءِ * رَبَّنا اغْفِرْ لِى‏ وَلِوالِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الحِسابُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”[14]

5) Pemilihan Mekah sebagai tempat tinggal nabi Ismail dan Hajar dengan perintah Allah swt dan nabi Ibrahim rela dengan tempat tinggal tersebut. Namun Mekah bukanlah tempat subur dan buah dan biji-bijian tidak dapat diproduksi dari sana. Inilah rahasia kenapa nabi Ibrahim as berdoa pula dan mengatakan:

رَبِّ اجْعَلْ هذا بَلَداً ءامِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَراتِ مَنْ ءامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”[15]

Allah swt pun memberikan jawaban positif kepada nabi Ibrahim as dan berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”[16]

Imam Baqir as berkata: “Karena efek doa inilah buah-buahan dibawa ke Mekah dari tempat-tempat lain.”[17]

6) Nabi Ismail as tumbuh dan besar di Mekah, dan nabi Ibrahim as selalu pulang pergi antara Mekah dan Palestina. Baitullah Ka’bah menjadi rumah ibadah pertama di muka bumi dan sejak dahulu kala adalah tempat penyembahan Allah swt, doa dan munajat kepada-Nya. Namun telah lama rusak dan dilalaikan. Nabi Ibrahim as ditugaskan memperbaharui pembangunan Ka’bah dan merehapnya kembali dengan perintah Ilahi. Beliau as dengan bantuan nabi Ismail as menjalankan tugas tersebut. Pondasi-pondasi dan dinding-dindingnya meninggi dan telah siap menjadi rumah Allah (baitullah) bagi orang-orang yang bertawaf dan beribadah kepada Allah swt.

Nabi Ibrahim dan Ismail mengangkat tangan berdoa:

رَبَّنا تَقَبَّلْ مِنّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ * رَبَّنا وَاجْعَلْنا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنا مَناسِكَنا وَتُبْ عَلَيْنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوّابُ الرَّحِيمُ * رَبَّنا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آياتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الكِتابَ وَالحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”[18]

Catatan

Pada ayat 129 dari surat Al-Baqarah dapat disaksikan bahwa nabi Ibrahim dan Ismail as memohon dari Allah swt supaya Dia memilih seorang nabi di tengah-tengah umat dari keturunan mereka untuk membacakan ayat-ayat Ilahi kepada umat manusia dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka serta menyucikan mereka, doa nabi Ibrahim dan Ismail ini kapan terkabulkan?

Di dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Islam Muhammad saw bersabda: “أَنَا دَعْوَةُ أَبى‏ إِبْراهيم”; Aku adalah (hasil dari) doa kakekku Ibrahim as.”[19]

Silahkan Anda lihat antara doa nabi Ibrahim, terkabulkannya doa tersebut dan kelahiran dan diutusnya Nabi Muhammad saw berapa lama masanya! Dan janganlah berputus asa dari diakhirkannya masa keterkabulan doa.

Pendidikan Dan Pelatihan

Baca Lainnya »

Artikel

More on this category »
 

© Copyright Padepokan aura insani 2010 -2011 | Design by Bekam Center | Published by Bekam Tangerang | Powered by Blogger.com.